Terusan Pola-pola Candlestick yang kedua

Terusan dari candlestick part 1 saya akan membahas lagi tentang pola-pola standar yang sering dan jarang terjadi di perdagangan uang atau pasar saham. Berikut adalah polanya:

Doji, pola ini terjadi biasanya terjadi ketika price sedang berusaha menembus batas atas (resistance) atau batas bawah (support) dan pada akhirnya price tak mampu menembusnya karena buyer ato seller mulai berubah posisinya dan biasanya mereka berubah posisi. Bila price ini terjadi dan berada di batas bawah atau batas atas memiliki “kecenderungan” untuk berbalik arah, akan tetapi kita harus memperhatikan kondisi-kondisi lain entah itu rata-rata bergerak atau moving average, stochastic, atau whatever indicator.

Gravestone doji, doji ini tak memiliki lower shadow dia hanya memiliki upper shadow yang tinggi dengan jarak open dan close yang dekat yang bisa diindikasikan buyer sedang bimbang apakah akan mempertahankan posisinya atau malahan dia menutup posisi, di posisi ini juga memiliki kecenderungan untuk trader membuka posisi sell. Tentu saja, kita harus mempertimbangkan kondisi-kondisi lain yang telah saya bahas diatas, saya capek menulisnya kembali,, hehehehe,

Harami, istilah ini berasal dari bahasa Jepang yang berarti hamil biasanya price ini muncul ketika price terjadi pada saat terjadi marubozu candlestick, body-nya berbanding terbalik dengan body sebelumnya misalkan price sedang marubozu bullish, terus ada price harami yang bodynya cenderung kecil dari body sebelumnya, coba deh cek di chart apapun, mau di GBPUSD, EURUSD, ato whateverlah.

Dragon fly doji, doji ini meruakan kebalikan dari Gravesstone doji, doji ini tak memiliki upper shadow (high) price yang cukup rendah. Seller mulai bimbang atas posisi yang ia buat, oleh karena ini pola ini terjadi. Bila erbentuk pola ini akan ada kecenderungan price akan bullish. Dan hal tesebut tentu saja, tergantung dari situasi kondisi yang lain salah satu diantaranya indicator.

 

Hammer, pola ini seakan-akan terlihat seperti palu, pada saat harga pembukaan harga mencoba turun, namun price pun berbalik dan akhirnya ditutup dengan membentuk pola ini.  ini pun bisa dilansir sebagai keypoint untuk reversal atau membetuk suatu pola, entah itu pola shooting star, pola hanging-man, dll.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s