Renko Lawan Classical Candlestick

Sebelum kita mengcompare dua chart ini,, mari kita bahas dulu tentang renko, apa sih renko?? Renko itu sendiri berasal dari bahasa jepang yang berarti bata. Mengapa chart itu disebut demikian,, karena chart renko ini sekilas kalau kita lihat secara seksama terlihat seperti bata yang berjejeran. Renko ini sendiri tidak terpengaruh oleh waktu dan juga volume. Chart renko akan terbentuk jika price sudah up/down dari open price sekitar 10 pip pada umumnya, namun ini bisa kita setting sesuai selera. Perbedaan mencolok dari renko adalah ketika price up renko hampir tidak memiliki upper shadow begitu pula jika price sedang down, maka chart tidak memiliki lower shadow hal ini nampak berbeda dengan candlestik klasik bawaan Honma Munehisa.

Untuk kejelasan lebih lanjut kita lihat chart yang ada di bawah ini

Ini merupakan chart classical candlestick, dari chart tersebut terkesan berantakan dan tak beraturan sekian naik lalu sekian turun. Namun bila kita melihat chart renko

See, kita secara gamblang dapat mengetahui perbedaan mendasar antara renko chart dan clasiccal japanese candlestick. Pada chart renko terkesan rapi dan teratur bila terjadinya suatu trend. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi bila up tak memiliki upper shadow namun jika down chart tak memiliki lower shadow. Untuk soal kenyamanan dalam bertrading saya serahkan pada anda sendiri, it;s up to you, namun untuk saya pribadi saya memakai keduanya, candlestick klasik digunakan untuk melihat arah kecenderungan sedangkan renko sendiri digunakan untuk entry

Di platform Meta Trader, software platform trading forex yang cukup populer, tidak mendukung dengan chart renko ini.

Advertisements