Bulan Ramadhan = Detik-detik Kemerdekaan


 

 

 

 

 

 

Kala itu, setelah warga pribumi Indonesia mendengar dari radio bahwasanya kota Nagasaki dan Hiroshima di Jepang di bombardir oleh tentara sekutu, dan akhirnya Jepang pun mengibarkan bendera putih sebagai pertanda berakhirnya peperangan di daerah Asia-Pasifik. Ir. Soekarno, yang merupakan presiden pertaman Indonesia segera dan bersiap-siap untuk meproklamirkan kemerdekaan di depan para warga Indonesia. Walaupun waktu itu sempat ada perdebatan antara golongan tua dan muda, pada akhirnya, 17 Agustus 1945 Masehi dan tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1365 Hijriah, Ir. Soekarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia di depan podium yang didengarkan oleh seluruh warga Indonesia. Setelah Ir. Soekarno memproklamirkan kemerdekaan, warga berbondong-bondong merayakan kemerdekaannya dengan penuh canda dan tawa, bersorak-sorak karena di hari itu warga Indonesia secara resmi bebas dari para penjajah yang telah membumihanguskan Negeri tercinta ini. Mereka, yang merupakan nenek moyang kita dengan sabar dan aktif memperjuangkan kemeredekaan Republik Indonesia ± 3 abad lamanya. Sampai akhirnya, walaupun nenek moyang kita tidak merasakan kemerdekaan, mereka bahagia karena cucu-cucunya dapat merasakan suatu yang mereka mimpikan.

Nampaknya tahun ini, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 66 mengulang kejadian yang sama di awal kemerdekaannya, yakni tanggal 17 Agustus 2011 Masehi bertepatan dengan tanggal 17 Ramadhan 1432 Hijriah, tanggal dimana wahyu Al-Qur’an  pertama kali diturunkan, warga Muslim sering menyebutnya dengan Nuzulul Qur’an. Dan jujur saja ini pertama kali saya mengalami momen seperti ini.

Kembali ke paragraf pertama dan judulnya, Nah mengapa Ramadhan saya katikan dengan detik-detik kemenangan atau kemerdekaan. Logis saja, karena di bulan suci ini seluruh warga muslim diwajibkan untuk berpuasa. Dalam puasa ini, seluruh warga muslim diharuskan untuk menahan 3 unsur yakni lapar, dahaga, dan nafsu dari terbitnya fajar (subuh) samapi dengan terbenanmnya matahari atau adzan maghrib dikumandangkan. Selama warga Muslim berpuasa, mereka berusaha keras untuk bertempur menahan 3 unsur tersebut yang godaannya ada dimana-mana. Namun, apabila mereka bersabar dan ikhlas hanya untuk mendapat ridha Allah SWT semata, Insya Allah mereka akan mendapatkan kemudahan dalam berpuasa.

Ketika malam takbiran tiba warga Muslim tak terkecuali Muslim di Indonesia bertakbir kepada Allah SWT untuk menyambut hari yang fitri pada pagi nanti, ketika itu rasanya seperti memnangkan suatu pertempuran besar yang berlangsung selama 1 bulan lamanya Oleh karena itulah saya menyebut Bulan suci Puasa = detik-detik kemerdekaan. Semoga kita semua dapat merasakan kemenangan di hari nan fitri nanti. AMIN!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s