Pembuktian Standar Deviasi

Pada postingan yang lalu, kita udah menyinggung tentang teori Standar Deviasi. Pasti kalian udah gak sabar, mana nih contoh penggunaannya. Okeh, tanpa perlu basa-basi langsung aja ke TKP. Saya akan beri contoh EURUSD dengan Timeframe 15 Menit-an. Lalu saya menyisipkan standar deviasi dengan periode harian. Artinya apa? Standar deviasi ini akan merata-ratakan data-data yang terkandung dalam jangka 1 hari yang lalu. Untuk permulaan saya akan menyisipkan Standar Deviasi dengan setting-an +-1 dulu saja, eng ing eng.
Image
Nah setelah kita melihat ini kita bisa memprediksi batas-batas pergerakan data, apapun itu, entah mata uang, saham, harga sembako, dll. Lha, kok ada data yang menembus batas sih?, coba deh baca lagi teori Standar Deviasi. Standar deviasi yang taruh disitu kan +-1, berarti kan 68.2% data akan berada di area tersebut namun bisa saja 100% data akan bermain-main didalam range +-1. artinya apa, batas disitu bukan berarti ketika data menyentuh level kritis tersebut bukan berarti data akan langsung berbalik arah atau berpikiran data baru mencapai 68.2%, berarti ada data sekitar 31.8% PASTI melewati batas tersebut, namun akan menjadi sebuah pertanyaan “Apakah dia mampu menembus level kritis tersebut”. Jadi, level tersebut merupakan titik perhatian kita. Nah saya coba ubah standarnya menjadi +-2.
ImageMakin keliatan kan range pergerakan suatu data>. Saya coba lagi, untuk yang ini saya tumpuk jadi satu Standar Deviasi +-1,2,3, dan 4.
Image
Gimana? makin jelas kan batasan-batasan dan ruang lingkup yang akan ditempuh suatu data.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s